Senin, 17 Juli 2023

Paskah Bersama di SMP Regina Caeli

Tema: "Bangkitlah Bersama Kristus untuk Menyelamatkan Bumi dan Mewujudkan Indonesia yang Toleran"

Saudara/i yang terkasih dalam Kristus. 

      Hari ini, kita merayakan Paskah secara bersama-sama. Meskipun perayaan Paskah sesuai kalender liturgi Gereja Katolik sudah berlalu, Roh Paskah itu masih terpatri kuat di dalam diri kita yang sungguh mengimani Kristus dan kebangkitan-Nya. 

     Paskah itu sendiri bukan perayaan kematian Kristus, melainkan perayaan kebangkitan Kristus. Bukan kematian yang kita rayakan, melainkan kebangkitan. Kristus bangkit dari kematian, dengan demikian kehidupan menang atas kematian/maut. Yesus adalah kehidupan dan empunya kehidupan itu sendiri. 

   Jadi, Paskah menjadi momen penegasan bagi kita bahwa derita, kematian, penyakit, dan segala bentuk kecemasan, bukanlah akhir dari semuanya. Paskah meneguhkan kita bahwa ada kebangkitan, ada keselamatan, ada kemenangan, ada penyelamatan. Tidak akan pernah terjadi bahwa manusia dan dunia akan terus berada di bawah kungkungan derita dan kematian. Akan muncul pada waktunya keadilan, kebebasan, sukacita, dan kehidupan. Tuhan akan menganugerahi keselamatan dan kehidupan baru bagi kita dan dunia ini.

      Tema Paskah bersama hari ini mengajak kita agar menjadi manusia Paskah yang peduli terhadap bumi, rumah kita bersama, tempat kita berpijak. Manusia Paskah adalah manusia yang berusaha membawa pembaharuan atau perubahan bagi yang lain, khususnya bagi bumi ini. Bumi kita saat ini sedang sakit parah karena ulah kita manusia. Di sana-sini, kita menyaksikan penebangan pohon, pembakaran hutan, sampah yang berserakan, pembuangan limbah pabrik ke sungai, tanah longsor, banjir, dan masih banyak lagi. Itu semua adalah ulah manusia, ulah kita yang tidak bertanggung jawab, tidak peduli, acuh tak acuh, dan tidak mau menjaga rumah kita sendiri. 

        Paus Fransiskus dalam ensiklik Laudato Si menegaskan bahwa bumi adalah rumah bagi seluruh ciptaan Tuhan, termasuk manusia. Sebagai penghuni satu rumah, kita memiliki tanggung jawab untuk merawat dan menjaga rumah kita sendiri. Layaknya, kita yang memiliki rumah, jika rumah kita kotor, kita harus membersihkannya agar kelihatan cerah, indah, dan layak untuk dihuni. Jika ada lantai yang rusak, kita harus segera memperbaikinya atau menambalnya. Bumi pun harus dirawat dan dijaga agar tetap layak dihuni oleh seluruh ciptaan Tuhan, termasuk kita semua.  Jika kita membuang sampah pada tempatnya, maka, kita sudah menjadi manusia Paskah, manusia yang peduli, manusia pembawa perubahan.

        Disamping itu, tema Paskah bersama kita menyinggung juga tentang sikap toleran dalam kehidupan bersama di Indonesia. Indonesia adalah negara yang berdiri di atas dasar pluralitas atau keanekaragaman agama, budaya, dan sebagainya. Fakta pluralitas menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Kita tidak perlu jauh-jauh, sekolah kita adalah gambaran nyata adanya keanekaragaman tersebut. Sekolah ini menampung keanekaragaman budaya, agama, dan lain-lain. Kita yang hadir di sini berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Fakta keberagaman tersebut membuat kita harus bersikap toleran. Toleran itu sendiri adalah sikap menghargai, membiarkan, membolehkan pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri. 

         Di sini, kita dilatih untuk hidup rukun di tengah banyaknya ketidaksamaan. Akan tetapi, ketidaksamaan bukan sesuatu yang harus ditiadakan, melainkan sesuatu yang harus diusahakan agar ketidaksamaan bisa menciptakan keserasian. Kita diajak untuk mengolah ketidaksamaan di antara kita agar menjadi sebuah nilai bersama yang menuntun kita kepada kebahagiaan bersama. 

        Akhirnya, semoga melalui acara hari ini, kita senantiasa hidup dalam iman Paskah. Iman yang membuat kita tetap merasa senasib dan sepenanggungan dengan sesama kita yang menderita, hidup dengan hati baru yang penuh kasih tanpa pamrih, selalu berpengharapan di tengah beragam alasan yang memupus harapan kita, mampu mencintai siapa saja dengan cinta sejati. Selamat pesta Paskah. Alleluia!!


0 komentar:

Posting Komentar

HERODES DAN PERIHAL BERSUMPAH

  BACAAN INJIL: MARKUS 6: 17--29 Saudara dan Saudari yang terkasih dalam Kristus. Saya sangat tertarik, untuk merefleksikan ayat-ayat dari I...