Renungan Hari Biasa, Senin, 20 November 2023
Bacaan Injil : Luk. 18:35–43
Kesan Singkat:
Bapak/Ibu yang terkasih dalam Kristus. Setidaknya, ada beberapa poin penting, yang saya petik dari bacaan injil hari ini:
Pertama, kita bisa belajar dari si buta bahwa mengenal Tuhan adalah pengalaman pribadi. Dalam bacaan injil tersebut, ada banyak orang memanggil Yesus dengan sebutan “Yesus dari Nazaret”. Namun, si buta malah memilih memanggil Yesus dengan sebutan “Yesus, Anak Daud”. Hal ini menunjukkan bahwa iman si buta didasarkan pada pengalaman dan pengenalan pribadinya akan Tuhan. Terkadang, kita harus membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, bukan hanya berdasarkan apa yang dikatakan atau dialami orang lain.
Kedua, pentingnya memiliki keyakinan yang besar bahwa Tuhan dapat melakukan mukjizat dalam hidup kita. Si buta percaya sepenuh hati bahwa Tuhan bisa menyembuhkannya. Dia berteriak dengan keras, meski orang banyak menegurnya. Keyakinan yang kuat ini menjadi dasar untuk menerima berkat Tuhan. Dalam hidup ini, kita harus memiliki keyakinan yang kokoh bahwa Tuhan memiliki kuasa, untuk mengubah situasi sulit menjadi sesuatu yang luar biasa.
Ketiga, Tuhan peduli dengan kebutuhan individu kita, ketika Dia bertanya kepada si buta tentang apa yang hendak dilakukan Tuhan untuknya. Si buta yang sudah lama menunggu momen penuh berkat ini, tidak ragu-ragu untuk menyatakan bahwa dia mau melihat. Dalam doa dan hubungan kita dengan Tuhan, kita harus jujur dan terbuka tentang kebutuhan utama kita, bukan terutama keinginan manusiawi.
Keempat, Tuhan selalu memberikan jalan bagi orang-orang yang memiliki keyakinan iman yang kuat. Si buta memperoleh kesembuhan, karena iman yang tak tergoyahkan pada kuasa Tuhan. Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu memiliki rencana yang baik dan akan memberikan jalan keluar bagi kesusahan kita.
Akhirnya, kesuksesan atau keberhasilan dalam hidup acap kali bergantung pada seberapa kokoh keyakinan kita pada Tuhan. Bacaan injil hari ini menjelaskan kesuksesan sebagai buah dari keyakinan yang kokoh tersebut. Sebagaimana halnya si buta, mari kita bangun iman yang kokoh pada Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan memiliki kuasa untuk melakukan mukjizat, asalkan kita mau jujur dan membuka diri kepada-Nya dalam doa-doa kita.
Amin.

















