Jumat, 05 Januari 2024

Inisiatif Mengenal

Bacaan Injil: Yoh. 1:29--34

Yohanes menunjuk kepada Yesus

1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. 1:30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. 1:31 Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." 1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. 1:33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. 1:34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

KESAN SINGKAT:

        Saudara dan Saudari yang terkasih dalam Kristus. Setiap kita pasti ingin mengenal dan dikenal orang lain. Pertanyaan untuk kita, bagaimana kita bisa mengenal dan dikenal orang lain? Pertama, inisiatif untuk memperkenalkan diri. Jika kita memiliki hasrat untuk dikenal orang lain, tentu kita harus bersikap terbuka dengan cara bersahabat dan menunjukkan ketertarikan untuk berelasi dengan orang lain. Dalam injil Yohanes 1:29--34, Tuhan mengambil inisiatif untuk dikenal oleh Yohanes. Di sini, Tuhan mengajarkan bahwa kepercayaan dan sikap saling percaya akan bertumbuh dan berkembang dengan baik, jika kita saling terbuka. Kedua, ketika orang lain sudah berinisiatif memperkenalkan diri, sikap kita adalah merespon keterbukaan hati orang lain. Ada banyak orang yang belum sepenuhnya mengenal orang lain, kendati sudah hidup berdampingan bertahun-tahun. Hal ini terjadi karena orang merasa cukup untuk mengenal sesamanya. Sikap merasa cukup akan berdampak pada keengganan untuk mengenal secara mendalam. Begitu pun iman kita akan Tuhan. Iman yang dangkal terjadi karena kita merasa diri cukup untuk mengenal Tuhan. Yohanes awalnya tidak mengenal Yesus yang adalah Mesias. Dia baru mengenal Tuhan dengan baik setelah Tuhan memperkenalkan diri kepadanya. Pengenalan Yohanes akan Tuhan membuatnya mampu memberikan pengakuan iman yang luar biasa akan Tuhan. Yohanes adalah tipikal manusia yang selalu merasa lapar, karena ingin mengenal Tuhan lebih dalam lagi. Kita pun demikian. Tuhan mengajak kita untuk selalu merasa belum cukup mengenalnya, sehingga kita terus memperbarui diri sampai kita menemukan iman yang mantap dan matang sebagaimana halnya Yohanes. Ketiga, kalau kita sudah mengenal Tuhan secara matang dan mantap, langkah selanjutnya adalah membangun komitmen untuk mempertahankan iman akan Tuhan melalui cara hidup yang benar sesuai firman Tuhan dan terhindar dari dosa. 

Semoga Tuhan memampukan kita. AMIN.

0 komentar:

Posting Komentar

HERODES DAN PERIHAL BERSUMPAH

  BACAAN INJIL: MARKUS 6: 17--29 Saudara dan Saudari yang terkasih dalam Kristus. Saya sangat tertarik, untuk merefleksikan ayat-ayat dari I...