This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 05 Januari 2024

Aktif dan Inisiatif Menjawab Panggilan Kudus Allah

Refleksi Ibadat Natal Bersama RC Catholic

Jumat, 5 Januari 2024

Tempat: Sekolah Regina Caeli

Waktu: 12.00–13.00

Bacaan Injil: Yoh. 1:43–51

      Saudara dan Saudari yang terkasih dalam Kristus. Selamat pesta Natal untuk kita semua. Kita berkumpul siang hari ini, untuk merayakan pesta Natal secara bersama dalam nuansa penuh sukacita. Di bawah tema: "Menjawab panggilan Tuhan dalam semangat jiwa penuh sukacita,” marilah kita sejenak memaknai Natal sebagai peristiwa Allah yang menunjukkan inisiatif mendekati manusia, karena kebesaran kasihnya kepada manusia. 

      Penginjil Yohanes (Yoh. 1:43–51) mengajak kita, agar memaknai panggilan Tuhan dengan sikap aktif dan berinisiatif dalam kehidupan bersama. Mengapa aktif dan berinisiatif? Jawabannya adalah Tuhan yang kita imani adalah Tuhan yang aktif dan berinisiatif. Dia yang aktif hadir di tengah dunia dan berinisiatif untuk menjadi yang pertama menemukan dan memanggil Filipus menjadi murid-Nya. Filipus juga demikian. Ia tidak tinggal diam atau pasif sebagai murid, malah aktif dan berinisiatif, bergerak mencari saudaranya Natanael (Bartolomeus) untuk berbagi berkat keselamatan. Natanael pun dinilai Yesus sebagai pribadi yang asli, tanpa pura-pura, sungguh-sungguh, dan benar-benar, Israel Sejati yang tidak ada kepalsuan dalam dirinya. Natanael adalah ciri khas pribadi yang bukan hanya baik (hati), melainkan memiliki daya kritis (akal budi/pikiran) mempertanyakan, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret,” yang diliputi situasi krisis itu? Pertanyaan Natanael lahir dari kepekaan terhadap situasi di sekitar yang sedang tidak baik-baik saja.

      Seperti halnya, Filipus dan Natanael, kita semua dipanggil Tuhan bukan karena kita memiliki predikat sebagai orang suci atau kudus. Kita akan menjadi kudus atau suci, karena dipanggil Tuhan. Kekudusan bukan menjadi prasyarat atau syarat dipanggil Tuhan, melainkan panggilan Tuhan justru menjadi syarat hidup dalam kekudusan. Maka, berbahagialah kita semua, karena kita adalah orang pilihan yang memiliki potensi menjadi suci atau kudus, sejauh kita memberi respek pada panggilan itu dengan cara hidup yang baik. Bahwa kita berdosa, itu suatu hal yang asali dan tidak dapat dimungkiri, tetapi karena besarnya Kasih Allah, kedosaan kita justru terlampaui. Semestinya kita patut bersyukur, karena sekalipun kita dipilih dalam kondisi yang berdosa dan fana, Kasih Allah tetap dinyatakan secara sempurna dalam diri Yesus Kristus, demi kekudusan kita. Pertanyaan untuk kita, apa tanggapan kita terhadap panggilan kudus Allah dalam hubungannya dengan peristiwa Natal? Apa wujud konkret rasa syukur kita sebagai orang pilihan Tuhan di hari-hari ini? 

Semoga kita dimampukan. AMIN.

Inisiatif Mengenal

Bacaan Injil: Yoh. 1:29--34

Yohanes menunjuk kepada Yesus

1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. 1:30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. 1:31 Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." 1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. 1:33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. 1:34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

KESAN SINGKAT:

        Saudara dan Saudari yang terkasih dalam Kristus. Setiap kita pasti ingin mengenal dan dikenal orang lain. Pertanyaan untuk kita, bagaimana kita bisa mengenal dan dikenal orang lain? Pertama, inisiatif untuk memperkenalkan diri. Jika kita memiliki hasrat untuk dikenal orang lain, tentu kita harus bersikap terbuka dengan cara bersahabat dan menunjukkan ketertarikan untuk berelasi dengan orang lain. Dalam injil Yohanes 1:29--34, Tuhan mengambil inisiatif untuk dikenal oleh Yohanes. Di sini, Tuhan mengajarkan bahwa kepercayaan dan sikap saling percaya akan bertumbuh dan berkembang dengan baik, jika kita saling terbuka. Kedua, ketika orang lain sudah berinisiatif memperkenalkan diri, sikap kita adalah merespon keterbukaan hati orang lain. Ada banyak orang yang belum sepenuhnya mengenal orang lain, kendati sudah hidup berdampingan bertahun-tahun. Hal ini terjadi karena orang merasa cukup untuk mengenal sesamanya. Sikap merasa cukup akan berdampak pada keengganan untuk mengenal secara mendalam. Begitu pun iman kita akan Tuhan. Iman yang dangkal terjadi karena kita merasa diri cukup untuk mengenal Tuhan. Yohanes awalnya tidak mengenal Yesus yang adalah Mesias. Dia baru mengenal Tuhan dengan baik setelah Tuhan memperkenalkan diri kepadanya. Pengenalan Yohanes akan Tuhan membuatnya mampu memberikan pengakuan iman yang luar biasa akan Tuhan. Yohanes adalah tipikal manusia yang selalu merasa lapar, karena ingin mengenal Tuhan lebih dalam lagi. Kita pun demikian. Tuhan mengajak kita untuk selalu merasa belum cukup mengenalnya, sehingga kita terus memperbarui diri sampai kita menemukan iman yang mantap dan matang sebagaimana halnya Yohanes. Ketiga, kalau kita sudah mengenal Tuhan secara matang dan mantap, langkah selanjutnya adalah membangun komitmen untuk mempertahankan iman akan Tuhan melalui cara hidup yang benar sesuai firman Tuhan dan terhindar dari dosa. 

Semoga Tuhan memampukan kita. AMIN.

HERODES DAN PERIHAL BERSUMPAH

  BACAAN INJIL: MARKUS 6: 17--29 Saudara dan Saudari yang terkasih dalam Kristus. Saya sangat tertarik, untuk merefleksikan ayat-ayat dari I...