This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 28 Agustus 2023

Merawat Kebenaran Menghalau Kejahatan

Renungan bacaan injil: Markus 6:17-29

17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. 18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" 19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, 20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. 21 Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. 22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!" 23 Lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!" 24 Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" 25 Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" 26 Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. 27 Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. 28 Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. 29 Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

Renungan singkat:

Saudara dan saudari dalam Kristus. 

    Bacaan injil hari ini memperlihatkan keberanian Yohanes Pembaptis dalam menyuarakan kebenaran. Yohanes mengkritik tindakan Raja Herodes yang melanggar prinsip-prinsip moral dan agama pada saat itu.

    Namun, kritikan Yohanes terhadap Herodes memiliki konsekuensi yang serius. Herodes merasa tersinggung dan terancam oleh kata-kata Yohanes. Meskipun demikian, Herodes masih merasa tertarik dan terpesona oleh ajaran Yohanes. Dia merasa bingung antara kesukaan pribadinya terhadap Yohanes dan ketidakmampuannya, untuk mengatasi ketegangan antara keyakinan agamanya dan keputusan yang telah ia buat.

    Akhirnya, Herodes terjebak dalam situasi sulit. Tekanan dari pesta ulang tahun putrinya dan janji yang telah ia buat, mengarah pada keputusan tragis untuk membunuh Yohanes. Pemenggalan Yohanes menunjukkan kuasa dan nafsu dunia sering kali mengalahkan kebenaran dan moral.

    Kisah ini mengingatkan kita tentang pentingnya menyuarakan kebenaran, bahkan ketika sulit atau berisiko. Yohanes Pembaptis adalah representasi ketabahan dalam menyuarakan kebenaran meskipun menghadapi risiko besar. Di sisi lain, Herodes adalah representasi dari perangkap nafsu dan pengaruh lingkungan yang dapat mengaburkan penilaian dan prinsip-prinsip moral.

    Semoga bacaan hari ini mengajak kita untuk merenungkan keberanian kita dalam menyuarakan kebenaran, mengatasi tekanan lingkungan, dan menjaga integritas kita, kendati dalam situasi yang sulit sekaligus. 

Semoga. Amin.

HERODES DAN PERIHAL BERSUMPAH

  BACAAN INJIL: MARKUS 6: 17--29 Saudara dan Saudari yang terkasih dalam Kristus. Saya sangat tertarik, untuk merefleksikan ayat-ayat dari I...